Sabtu, 02 April 2011

Jogja Kota Pelajar, Masihkan bisa disebut???

Sudah terkenal lama, bahwa jogja disebut kota pelajar. Kota yang lekat dengan pendidikannya, dimana banyak orang-orang dari luar daerah selalu berdatangan untuk menempuh pendidikan dijogja. Kususnya bagi mereka yang telah lulus SMA atau sederajatnya yang ingin meneruskan keperguruan tinggi, setiap tahunnya selalu bertambah. Banyaknya Universitas yang memiliki program tersendiri untuk menarik peminat, seperti UGM, UNY, UIN, dll menjadi faktor tersendiri bagi sebagian besar  orang-orang (baik dalam maupun Luar kota) untuk meneruskan perguruan tinggi dijogja. Selain itu biaya hidup yang murah juga menjadi faktor tersendiri. 
Namun seiring dengan jalannya waktu, seperti saat ini, masihkah jogja bisa disebut kota pelajar???
Dimana banyak terdengar tawuran antar pelajar, bahkan antar mahasiswa pun bisa terjadi. Dewasa ini banyak anak muda yang masih berstatus pelajar, dimana mereka sudah berkurang sopan santunnya terhadap orang yang lebih tua. Seakan mereka melupakan nila-nilai budi pekerti yang diajarkan disekolah. inikan cerminan pelajar dijogja??? 
Sekarang minat belajar dijogja sangat sedikit. Sebagai contoh  sebagian besar mereka yang masih pelajar, menghabiskan waktu luang untuk nongkrong atau sekedar cuci mata.  Sungguh ironis yogyakarta yang terkenal dengan kota pelajar, namun keadaannya seperti ini. Tak ada yang bisa disalahkan dijaman modern ini. Semuanya tergantung pada diri kita masing-masing. Kenali diri kita dan lakukan hal yang semestinya dilakukan oleh seorang pelajar, agar yogyakarta tetap menjadi kota pelajar untuk sekarang dan seterusnya. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar